Dialog Interaktif Anak 2026 Dorong Partisipasi Anak Wujudkan Ruang Digital yang Aman
Dialog Interaktif Anak 2026 Dorong Partisipasi Anak Wujudkan Ruang Digital yang Aman — Rilis Resmi Wonogiri Youth Forum, 16 Mei 2026.

Ancaman kejahatan digital terhadap anak kian meningkat. Melalui Dialog Interaktif Anak 2026, anak-anak Boyolali dan Wonogiri diajak menyuarakan aspirasi sekaligus merancang solusi demi ruang digital yang aman.
Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat, termasuk bagi anak-anak dan remaja. Di satu sisi, teknologi membuka akses yang luas terhadap informasi, pendidikan, dan komunikasi. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan baru, terutama meningkatnya ancaman terhadap keamanan anak di ruang digital.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah meningkatnya fenomena Online Children Sexual Exploitation and Abuse (OCSEA) atau eksploitasi dan kekerasan seksual terhadap anak secara daring. Selain itu, berbagai ancaman lain seperti cyberbullying, phishing dan doxing, child grooming, serta narkolema (narkoba lewat mata) juga semakin rentan dialami oleh anak-anak yang aktif menggunakan internet.

Foto Dokumentasi Kegiatan Dialog Interaktif Anak

Di Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Wonogiri, keamanan anak di ruang digital masih menjadi isu yang perlu mendapat perhatian bersama. Kurangnya pendampingan dalam penggunaan internet, lemahnya pengawasan, serta belum optimalnya ruang aman bagi anak untuk menyampaikan pendapat menjadi faktor yang meningkatkan kerentanan mereka terhadap berbagai bentuk kejahatan digital.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, akan diselenggarakan Dialog Interaktif Anak Tahun 2026 dengan mengusung tema "Suara Anak dalam Ruang Digital: Kenali Bahayanya, Rancang Solusinya." Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang partisipatif bagi anak untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menyusun rekomendasi solusi yang dapat mendukung terwujudnya perlindungan anak di era digital.

Rangkaian kegiatan akan dilaksanakan selama dua hari. Pada Sabtu, 16 Mei 2026, bertempat di Kantor BAPPEDA/BP3D Kabupaten Boyolali, kegiatan diawali dengan pembukaan dan pemaparan materi mengenai berbagai isu yang dihadapi anak dan remaja di Kabupaten Boyolali maupun Kabupaten Wonogiri. Peserta akan memperoleh pemahaman mengenai bahaya OCSEA, cyberbullying, phishing dan doxing, child grooming, serta narkolema. Setelah sesi materi, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi dan merancang solusi terhadap setiap isu yang telah dipaparkan.

Selanjutnya, pada Minggu, 17 Mei 2026, kegiatan dilanjutkan di Kantor DPRD Kabupaten Boyolali. Pada hari kedua, masing-masing kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi dan rekomendasi solusi kepada para pemangku kepentingan sebagai bentuk partisipasi aktif anak dalam memberikan masukan terhadap upaya perlindungan anak di ruang digital.

Foto Dokumentasi Delegasi WYF Untuk Kegiatan Dialog Interaktif Anak

Paparan tersebut akan disampaikan kepada DPRD Komisi IV Kabupaten Boyolali, Sekretariat Daerah Kabupaten Boyolali, Bapperida Kabupaten Boyolali, Bapperida Kabupaten Wonogiri, Polres Boyolali (Unit PPA dan Siber), Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Dinas P2KBP3A Kabupaten Boyolali, Dinas Sosial P2KBP3A Kabupaten Wonogiri, Dinas Sosial Kabupaten Boyolali, Dinas Kominfo Kabupaten Boyolali, serta Dinas Kominfo Kabupaten Wonogiri.

Melalui Dialog Interaktif Anak 2026, diharapkan terbangun sinergi antara anak, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan berbagai instansi terkait dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman, sehat, dan ramah anak. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata bahwa suara anak merupakan bagian penting dalam penyusunan solusi dan kebijakan yang mampu menjawab tantangan perlindungan anak di era digital.

Penulis: Kuh Ilham Amrullah
Editor: 

#WonogiriYouthForum
#Pemuda Wonogiri
#PelajarWonogiri
#YouthLeadership&Empowerment
#SDGs